Anak-anak..masa ketika dunia penuh
warna.. dihiasi rasa ingin tahu yang sangat tinggi.. polos.. canda.. tawa..
riang.. gembira.. impian dan cita-cita diungkapkan dengan seyakin-yakinnya,
setinggi-tingginya.. berbuat segala-galanya tanpa takut salah..
Kali
ini aku ingin berbagi pengalamanku yang baru dan menarik. Alhamdulillah aku
diberi kesempatan untuk bergabung dalam sebuah komunitas sosial yaitu Sanggar
Juara. Sanggar Juara ini komunitas yang concern
terhadap pendidikan, khususnya untuk anak-anak tingkat sekolah dasar. Diawali
dengan pendaftaran online dan melakukan tahap wawancara termasuk simulasi
mengajar, akhirnya aku diterima menjadi bagian dari pengajar Sanggar Juara ^.^
Jadi
awalnya Sanggar Juara ini dibentuk dari program PKM, hingga akhirnya bisa tetap
berkembang hingga sekarang. Di Sanggar Juara ini, kita memberikan pendidikan
non formal kepada anak-anak dengan berbasis pendidikan karakter. Tim Sanggar
Juara berusaha membuat kurikulum pengajaran sedemikian rupanya dan
merealisasikannya dengan tujuan membentuk karakter juara pada anak-anaknya,
yaitu cerdas, kreatif, aktif, dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter
baik.
Alhamdulillah
di Sanggar Juara ini, aku udah kurang lebih 3 kali turun lapang mengajar. Aku
pengen mencoba berbagi pengalaman yang udah kurasakan yaaah. Jadi, Sanggar
Juara tuh memiliki adik-adik asuh yang tinggal di daerah Pabuaran, Bogor
(kurang lebih setengah jam dari kampus IPB Dramaga). Kita turun lapang ngajar
seminggu sekali. Nah, untuk menuju daerah tempat tinggal adik asuh kita,
melewati jalan-jalan yang “sedikit” menantang, hehe.. Jalannya tuh berbatu-batu
dan ada tanjakannya juga.. (Give applause
for abang angkot yang setia mengantar jemput kita :D). Nah, daerah disana
tuh enak, sejuk, asri, tapi ya memang sulit untuk akses kendaraan umumnya.
Nah,
sistem ngajarnya tuh dibagi 3 kelompok, yaitu kelompok kelas 1-2, kelas 3-4,
dan kelas 5-6. Kebetulan aku 3 kali ngajar, 3 kali kebagian kelompok kelas 1-2.
Hehehe... Pertama kali bertemu dengan adik-adik, aku terpesona. Jadi
adik-adiknya punya do’a sendiri pas mau mulai belajar. Nah do’anya itu panjang
dan menyejukkan hati. Mungkin karena latar belakangnya TPA, jadi memang
diajarin do’anya lengkap. Maklum, aku gak pernah menjadi anak TPA.. hehe.. Dan
aku suka bagian ketika di penghujung do’a mereka menyebutkan ikrar mereka,
seperti rajin sholat, selalu mengaji, selalu berbakti kepada orang tua, dsb..
Secara tidak langsung, aku seperti disegarkan kembali hati dan pikiranku ketika
ikut menyimak do’a yang adik-adiknya lantunkan :””)
Oke,
selesai do’a, tanya-tanya kabar. Nah, Sanggar Juara punya SOP sendiri untuk
menanyakan kabar adik-adik kita dengan sebuah nyanyian #eaaa.. selesai
tanya-tanya kabar, langsung gabung ke kelompok yang bakal kita asuh. Sebagai
orang yang antara bisa-tidak bisa beradaptasi dengan cepat dengan anak-anak
(apalagi anak kecil), di hari pertama aku menjadi pengajar, aku kelimpungan dan
tercengang sendiri. Anak-anak kelas 1-2 itu , wow, ternyata they are smart, very active, energic, full
of want-to-know-something, but they’re also easy to get bored, so they will
doing other kind of energic activities (lari sana lari sini dan sebagainya
wkwkwkk). Bayangin deh, ketika aku bawa beberapa karton dengan tema isi gambar
yang berbeda tiap kartonnya, mereka cus ngambil tu karton-karton berasa hak
milik mereka.. wkwkk... Terus suatu ketika pas belajar kegiatan jual beli pakai
uang mainan dan gambar-gambar makanan, mereka langsung rebutan mengambil apa
yang sungguh menarik di mata mereka.. hehe.. Just imagine it, aku yang aslinya pendiam (percaya gak?) harus bisa
survive, stay calm and wise
mengontrol kelakuan adik-adikku yang imut-imut nan lucu itu... :3
Sungguh
aku senang belajar bareng adik-adik... ketika menyanyi bareng mereka, terus
bercerita, menggambar, membuat kerajinan dari botol bekas, berkeliling belajar
tentang alam, belajar jual-beli pakai uang, dan belajar menulis. Sungguh aku
banyak belajar dari adik-adikku ini. Aku belajar bagaimana aku bisa
menyesuaikan dengan apa-apa yang mereka senangi di seumuran mereka, belajar
bagaimana bisa menyampaikan semua nilai-nilai yang baik kepada mereka. Aku
mendapat tantangan sendiri ketika berhadapan dengan adik-adik yang sedikit
malu-malu (kayak aku dulu pas kecil ._.), cepet bosenan, sedikit mageran, atau
ada juga yang masih belum baik dalam menulis dan membaca.
Biarkanlah
anak-anak berkreasi. Dan tetaplah berada di saat mereka membutuhkan kita. Suatu
waktu, ketika anak-anak sedang menggambar, mereka kebingungan dengan apa yang
akan mereka gambar. Maka dekatilah, tanyakan apa yang mereka inginkan gambar,
apa yang mereka suka, dan cobalah bimbing mereka untuk membuat gambarnya. Entah
kenapa aku merasa terharu tapi tetap merasa sedih. Aku selalu ingin menjadi
kakak yang baik bagi mereka, menggerakkan mereka untuk berkembang meraih kesuksesan,
namun kapasitas diriku seperti masih kurang memadai untuk mewujudkan keinginan
tersebut.
Pada
akhirnya, aku belajar untuk lebih bersyukur.. karena aku dikelilingi dengan
fasilitas-fasilitas dan kemudahan untuk belajar, maka dari itu aku harus
semangat, dan jangan sampai kelelahan bisa membuatku menjadi malas. Lalu pesan
untuk kalian yang bukan anak terakhir alias punya adik, jadilah kakak sekaligus
sahabat yang baik dan dekat dengan mereka yaa.. #eaaaa...
Selanjutnya
aku harus menjadi pengajar yang lebih hebat lagi kedepannya! Yeah! :D
With para pengajar Sanggar Juara :)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar