Minggu, 17 April 2016

Shining Day, Great Moment with Great Children

Anak-anak..masa ketika dunia penuh warna.. dihiasi rasa ingin tahu yang sangat tinggi.. polos.. canda.. tawa.. riang.. gembira.. impian dan cita-cita diungkapkan dengan seyakin-yakinnya, setinggi-tingginya.. berbuat segala-galanya tanpa takut salah..
Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku yang baru dan menarik. Alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk bergabung dalam sebuah komunitas sosial yaitu Sanggar Juara. Sanggar Juara ini komunitas yang concern terhadap pendidikan, khususnya untuk anak-anak tingkat sekolah dasar. Diawali dengan pendaftaran online dan melakukan tahap wawancara termasuk simulasi mengajar, akhirnya aku diterima menjadi bagian dari pengajar Sanggar Juara ^.^
Jadi awalnya Sanggar Juara ini dibentuk dari program PKM, hingga akhirnya bisa tetap berkembang hingga sekarang. Di Sanggar Juara ini, kita memberikan pendidikan non formal kepada anak-anak dengan berbasis pendidikan karakter. Tim Sanggar Juara berusaha membuat kurikulum pengajaran sedemikian rupanya dan merealisasikannya dengan tujuan membentuk karakter juara pada anak-anaknya, yaitu cerdas, kreatif, aktif, dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter baik.
Alhamdulillah di Sanggar Juara ini, aku udah kurang lebih 3 kali turun lapang mengajar. Aku pengen mencoba berbagi pengalaman yang udah kurasakan yaaah. Jadi, Sanggar Juara tuh memiliki adik-adik asuh yang tinggal di daerah Pabuaran, Bogor (kurang lebih setengah jam dari kampus IPB Dramaga). Kita turun lapang ngajar seminggu sekali. Nah, untuk menuju daerah tempat tinggal adik asuh kita, melewati jalan-jalan yang “sedikit” menantang, hehe.. Jalannya tuh berbatu-batu dan ada tanjakannya juga.. (Give applause for abang angkot yang setia mengantar jemput kita :D). Nah, daerah disana tuh enak, sejuk, asri, tapi ya memang sulit untuk akses kendaraan umumnya.
Nah, sistem ngajarnya tuh dibagi 3 kelompok, yaitu kelompok kelas 1-2, kelas 3-4, dan kelas 5-6. Kebetulan aku 3 kali ngajar, 3 kali kebagian kelompok kelas 1-2. Hehehe... Pertama kali bertemu dengan adik-adik, aku terpesona. Jadi adik-adiknya punya do’a sendiri pas mau mulai belajar. Nah do’anya itu panjang dan menyejukkan hati. Mungkin karena latar belakangnya TPA, jadi memang diajarin do’anya lengkap. Maklum, aku gak pernah menjadi anak TPA.. hehe.. Dan aku suka bagian ketika di penghujung do’a mereka menyebutkan ikrar mereka, seperti rajin sholat, selalu mengaji, selalu berbakti kepada orang tua, dsb.. Secara tidak langsung, aku seperti disegarkan kembali hati dan pikiranku ketika ikut menyimak do’a yang adik-adiknya lantunkan :””)
Oke, selesai do’a, tanya-tanya kabar. Nah, Sanggar Juara punya SOP sendiri untuk menanyakan kabar adik-adik kita dengan sebuah nyanyian #eaaa.. selesai tanya-tanya kabar, langsung gabung ke kelompok yang bakal kita asuh. Sebagai orang yang antara bisa-tidak bisa beradaptasi dengan cepat dengan anak-anak (apalagi anak kecil), di hari pertama aku menjadi pengajar, aku kelimpungan dan tercengang sendiri. Anak-anak kelas 1-2 itu , wow, ternyata they are smart, very active, energic, full of want-to-know-something, but they’re also easy to get bored, so they will doing other kind of energic activities (lari sana lari sini dan sebagainya wkwkwkk). Bayangin deh, ketika aku bawa beberapa karton dengan tema isi gambar yang berbeda tiap kartonnya, mereka cus ngambil tu karton-karton berasa hak milik mereka.. wkwkk... Terus suatu ketika pas belajar kegiatan jual beli pakai uang mainan dan gambar-gambar makanan, mereka langsung rebutan mengambil apa yang sungguh menarik di mata mereka.. hehe.. Just imagine it, aku yang aslinya pendiam (percaya gak?) harus bisa survive, stay calm and wise mengontrol kelakuan adik-adikku yang imut-imut nan lucu itu... :3
Sungguh aku senang belajar bareng adik-adik... ketika menyanyi bareng mereka, terus bercerita, menggambar, membuat kerajinan dari botol bekas, berkeliling belajar tentang alam, belajar jual-beli pakai uang, dan belajar menulis. Sungguh aku banyak belajar dari adik-adikku ini. Aku belajar bagaimana aku bisa menyesuaikan dengan apa-apa yang mereka senangi di seumuran mereka, belajar bagaimana bisa menyampaikan semua nilai-nilai yang baik kepada mereka. Aku mendapat tantangan sendiri ketika berhadapan dengan adik-adik yang sedikit malu-malu (kayak aku dulu pas kecil ._.), cepet bosenan, sedikit mageran, atau ada juga yang masih belum baik dalam menulis dan membaca.
Biarkanlah anak-anak berkreasi. Dan tetaplah berada di saat mereka membutuhkan kita. Suatu waktu, ketika anak-anak sedang menggambar, mereka kebingungan dengan apa yang akan mereka gambar. Maka dekatilah, tanyakan apa yang mereka inginkan gambar, apa yang mereka suka, dan cobalah bimbing mereka untuk membuat gambarnya. Entah kenapa aku merasa terharu tapi tetap merasa sedih. Aku selalu ingin menjadi kakak yang baik bagi mereka, menggerakkan mereka untuk berkembang meraih kesuksesan, namun kapasitas diriku seperti masih kurang memadai untuk mewujudkan keinginan tersebut.
Pada akhirnya, aku belajar untuk lebih bersyukur.. karena aku dikelilingi dengan fasilitas-fasilitas dan kemudahan untuk belajar, maka dari itu aku harus semangat, dan jangan sampai kelelahan bisa membuatku menjadi malas. Lalu pesan untuk kalian yang bukan anak terakhir alias punya adik, jadilah kakak sekaligus sahabat yang baik dan dekat dengan mereka yaa.. #eaaaa...
Selanjutnya aku harus menjadi pengajar yang lebih hebat lagi kedepannya! Yeah! :D

           

With para pengajar Sanggar Juara :)