Selasa, 16 Agustus 2016

L.O.

Perjalanan panjang ini berakhir bahagia..
Gimana ya ceritanya kalau dulu aku nggak sedikit ‘didesak’ teman dekatku untuk maju?

Ya, menjadi panitia sebuah kegiatan berskala nasional yang sangat keren, PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 29 yang mana tahun ini IPB mendapat kesempatan menjadi tuan rumahnya.

Mulai dari pendaftaran, wawancara, dan kumpul panitia perdana pada bulan April.
Dulu aku sempat hampir tidak mau datang wawancara, karena suatu hal. Dan akhirnya aku pun datang. Awalnya aku tidak memilih menjadi panitia divisi LO, tapi aku menjawab ‘Ya’ ketika ditanya apakah aku bersedia dipindahkan ke divisi lain atau tidak.

The story begin..
Akhirnya aku pun dimasukkan menjadi bagian dari LIASION OFFICER (LO) KONTINGEN PIMNAS 29 IPB :D

Rentang dari bulan Mei-Juni ada 3 pelatihan yang diberikan kepada kita para LO. Hingga yang terakhir ada kegiatan upgrading untuk lebih mempererat internal kita. Hingga kegiatan uprgrading itu, aku bergabung dalam sebuah kelompok berisi 20 orang lebih dengan seorang leader. Namun, saat itu kelompok kita tidak terlalu ‘hidup’ dan leadernya pun memiliki kesibukan yang membuat beliau jarang berkomunikasi dengan kita.

Bulan Juli pun tiba.
Kira-kira hampir 2 minggu setelah lebaran, kita mulai gerak kembali setelah liburan kurang lebih sebulan.

Dan.. kelompok baru pun terbentuk. Sebenarnya kelompoknya tetap sama, cuman ada anggota yang keluar, ada yang dipindahkan ke kelompok lain, dan ada juga yang masuk ke kelompok ini. Leader pun dipindahtangankan.

Suasana baru..
Kelompok ini mulai hidup, dan semakin hidup!!
Kami ber-19, dari berbagai jurusan, fakultas, dan angkatan, bahkan ada yang udah S2
dengan leader kita,....... Ka Rahmi ^_^
Dalam 1 kelompok ini kita dibagi-bagi megang universitas yang berbeda.
1.      Ka Rahmi, Ka Danar, Evi, Evin, aku, Adilah, Alan, Fakhri sebagai LO Universitas Negeri Semarang (Unnes)
2.      Ka Adit, Ka Wjr, Ka Nirti sebagai LO Universitas Islam Sultan Agung (Unisula)
3.      Ka Anom dan Fadlilah sebagai LO Universitas Hasanuddin (Unhas)
4.      Ifan sebagai LO Universitas Widya Gama (UWG)
5.      Ka Reza, Faiqoh, Aida, Mizan sebagai LO Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
6.      Dannn,, yang paling unik ceritanya, si Ari sebagai LO Universitas Cenderawasih (Uncen), Papua coy! hehe
 Kita berkumpul, bekerja sama, dan saling berbagi cerita sebagai LO. Dari yang awalnya diam-diam malu-malu kucing, makin kesini kebuka semua aslinya wkwkwwkk...

Nah pengalaman menjadi LO tuh nano-nano deh.
1.      We have to give the best for them. Selama kita menjadi LO, kita berusaha untuk selalu mendampingi mereka, fast response, dan perhatian pada mereka. Sebagai contoh memastikan ke mereka apakah mereka sudah sarapan atau makan malam sebelum kegiatan berlangsung.
2.      Sabar dan tetap tersenyum. Ketika menjadi LO, hari terberat tuh pada hari pertama PIMNAS berlangsung yaitu pada tanggal 8 Agustus. Rangkaian kegiatan yang demikian panjang, ditambah peserta PIMNAS yang berusaha beradaptasi dengan lingkungan kampus. Aku merasakan efek tepar yang luar biasa setelah seharian itu mondar-mondir sana-sini, naik turun lantai 3 yang merupakan homebase (tempat berkumpul) kontingen Unnes, dsb. Yah seberapa capeknya, tetap berusaha tersenyum.
3.      Kudu tahu segalanya. Menjadi LO itu berarti menjadi orang terdepan yang akan ditanyain segala-galanya. Hehehe. Dari masalah acara, konsumsi, akomodasi, transportasi, dan macam-macam lah. Yah kita benar-benar harus tahu segala informasi. Saat registrasi online banyak yang nanya tentang registrasi online, padahal kita para LO awalnya tidak tahu bentuk form registrasi online itu seperti apa. Lalu rundown acara. Masalah konsumsi kapan dibagikan. Terus dimana tempat makan yang bisa ‘recomended’. Lalu dimana tempat untuk mencari kebutuhan mereka, kalau cerita yang kemarin yang krusial adalah tempat untuk ngeprint poster yang tercepat dan bisa ngeprint banyak. Dan lain-lain masih banyak dehhh..
4.      Peka dan inisiatif. Kita harus berusaha mencari tahu apa yang mereka butuhkan walaupun mereka belum bilang ke kita. Kita harus memastikan mereka bisa mengikuti rangkaian kegiatan dengan lancar.
5.      Asyik aja sama mereka. Berusaha sedekat mungkin sama mereka, baik sama peserta sampai dosennya juga. Hehehe.

Semuanya InsyaAllah ada feedback kok. Kita oke ke mereka, mereka juga oke ke kita. Seru deh kalau dengar-dengar cerita teman-teman LO yang diajak makan bareng, jalan bareng, terus dibeliin oleh-oleh, dsb. Hehehe..

Keseruan lainnya yah cerita kita antar sesama LO. Saat-saat dimana kita ngegabut bareng sambil makan di sekret kita. Berbagi cerita, kelucuan, keunikan, kehebohan, kebahagiaan, kelelahan. J

Melalui PIMNAS ini, aku pun termotivasi untuk mencoba ikut PKM. Pengen bangett.. Doain ya supaya  ini terwujud, bisa dilaksanakan, dan bisa lolos di PIMNAS 30 tahun depan. Aamiin. :D

Thank You PIMNAS 29 IPB (8-11 Agustus 2016)~


Kelompok baru yang mulai terbentuk.. Ini niatnya mau kumpul rapat, tapi gak jadi.. hehe.. Masih sedikit. Masih 'baik-baik'. Para cewek-cewek angkatan 51 (2014) yang dikelilingi oleh cowok-cowok angkatan 52. fiuh..



Ini aslinyaaaa! Our grup! Makan malam bersamaa di sekret tercinta (Audit Mandiri). 



Yang paling depan, hitsnya kelompok kita. Pemilik tongkat ajaib haha.. Dia lebih tua 2 tahun diatasku loh! :P


Hai Unnes, siap didampingi oleh kita?


SMILE!


Di sela-sela, mampir ke bazar~


Hari ke-4 PIMNAS (Kamis, 11 Agustus 2016). Jalan Pagi Sehat yeaaah


Para LO, kontingen Unnes, UNJ, Unhas...dan si maskot lebah, BRAMARA.


Nah, ini nih kelompok Unnes yang aku handle. TIM PKM-M Popo Aktif~ 
Dari kiri ke kanan ada Ana, Mbak Nurjanah, aku, Mbak Zahra, Mbak Ifa, dan si paling muda, Yeyen.



Mau nganterin makanan peserta ke asrama putri dan asrama putra naik moli (mobil listrik). Foto dulu laaaaa...


Closing PIMNAS 29. Alhamdulillaaah Tim Popo meraih juara :")

Minggu, 17 April 2016

Shining Day, Great Moment with Great Children

Anak-anak..masa ketika dunia penuh warna.. dihiasi rasa ingin tahu yang sangat tinggi.. polos.. canda.. tawa.. riang.. gembira.. impian dan cita-cita diungkapkan dengan seyakin-yakinnya, setinggi-tingginya.. berbuat segala-galanya tanpa takut salah..
Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku yang baru dan menarik. Alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk bergabung dalam sebuah komunitas sosial yaitu Sanggar Juara. Sanggar Juara ini komunitas yang concern terhadap pendidikan, khususnya untuk anak-anak tingkat sekolah dasar. Diawali dengan pendaftaran online dan melakukan tahap wawancara termasuk simulasi mengajar, akhirnya aku diterima menjadi bagian dari pengajar Sanggar Juara ^.^
Jadi awalnya Sanggar Juara ini dibentuk dari program PKM, hingga akhirnya bisa tetap berkembang hingga sekarang. Di Sanggar Juara ini, kita memberikan pendidikan non formal kepada anak-anak dengan berbasis pendidikan karakter. Tim Sanggar Juara berusaha membuat kurikulum pengajaran sedemikian rupanya dan merealisasikannya dengan tujuan membentuk karakter juara pada anak-anaknya, yaitu cerdas, kreatif, aktif, dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter baik.
Alhamdulillah di Sanggar Juara ini, aku udah kurang lebih 3 kali turun lapang mengajar. Aku pengen mencoba berbagi pengalaman yang udah kurasakan yaaah. Jadi, Sanggar Juara tuh memiliki adik-adik asuh yang tinggal di daerah Pabuaran, Bogor (kurang lebih setengah jam dari kampus IPB Dramaga). Kita turun lapang ngajar seminggu sekali. Nah, untuk menuju daerah tempat tinggal adik asuh kita, melewati jalan-jalan yang “sedikit” menantang, hehe.. Jalannya tuh berbatu-batu dan ada tanjakannya juga.. (Give applause for abang angkot yang setia mengantar jemput kita :D). Nah, daerah disana tuh enak, sejuk, asri, tapi ya memang sulit untuk akses kendaraan umumnya.
Nah, sistem ngajarnya tuh dibagi 3 kelompok, yaitu kelompok kelas 1-2, kelas 3-4, dan kelas 5-6. Kebetulan aku 3 kali ngajar, 3 kali kebagian kelompok kelas 1-2. Hehehe... Pertama kali bertemu dengan adik-adik, aku terpesona. Jadi adik-adiknya punya do’a sendiri pas mau mulai belajar. Nah do’anya itu panjang dan menyejukkan hati. Mungkin karena latar belakangnya TPA, jadi memang diajarin do’anya lengkap. Maklum, aku gak pernah menjadi anak TPA.. hehe.. Dan aku suka bagian ketika di penghujung do’a mereka menyebutkan ikrar mereka, seperti rajin sholat, selalu mengaji, selalu berbakti kepada orang tua, dsb.. Secara tidak langsung, aku seperti disegarkan kembali hati dan pikiranku ketika ikut menyimak do’a yang adik-adiknya lantunkan :””)
Oke, selesai do’a, tanya-tanya kabar. Nah, Sanggar Juara punya SOP sendiri untuk menanyakan kabar adik-adik kita dengan sebuah nyanyian #eaaa.. selesai tanya-tanya kabar, langsung gabung ke kelompok yang bakal kita asuh. Sebagai orang yang antara bisa-tidak bisa beradaptasi dengan cepat dengan anak-anak (apalagi anak kecil), di hari pertama aku menjadi pengajar, aku kelimpungan dan tercengang sendiri. Anak-anak kelas 1-2 itu , wow, ternyata they are smart, very active, energic, full of want-to-know-something, but they’re also easy to get bored, so they will doing other kind of energic activities (lari sana lari sini dan sebagainya wkwkwkk). Bayangin deh, ketika aku bawa beberapa karton dengan tema isi gambar yang berbeda tiap kartonnya, mereka cus ngambil tu karton-karton berasa hak milik mereka.. wkwkk... Terus suatu ketika pas belajar kegiatan jual beli pakai uang mainan dan gambar-gambar makanan, mereka langsung rebutan mengambil apa yang sungguh menarik di mata mereka.. hehe.. Just imagine it, aku yang aslinya pendiam (percaya gak?) harus bisa survive, stay calm and wise mengontrol kelakuan adik-adikku yang imut-imut nan lucu itu... :3
Sungguh aku senang belajar bareng adik-adik... ketika menyanyi bareng mereka, terus bercerita, menggambar, membuat kerajinan dari botol bekas, berkeliling belajar tentang alam, belajar jual-beli pakai uang, dan belajar menulis. Sungguh aku banyak belajar dari adik-adikku ini. Aku belajar bagaimana aku bisa menyesuaikan dengan apa-apa yang mereka senangi di seumuran mereka, belajar bagaimana bisa menyampaikan semua nilai-nilai yang baik kepada mereka. Aku mendapat tantangan sendiri ketika berhadapan dengan adik-adik yang sedikit malu-malu (kayak aku dulu pas kecil ._.), cepet bosenan, sedikit mageran, atau ada juga yang masih belum baik dalam menulis dan membaca.
Biarkanlah anak-anak berkreasi. Dan tetaplah berada di saat mereka membutuhkan kita. Suatu waktu, ketika anak-anak sedang menggambar, mereka kebingungan dengan apa yang akan mereka gambar. Maka dekatilah, tanyakan apa yang mereka inginkan gambar, apa yang mereka suka, dan cobalah bimbing mereka untuk membuat gambarnya. Entah kenapa aku merasa terharu tapi tetap merasa sedih. Aku selalu ingin menjadi kakak yang baik bagi mereka, menggerakkan mereka untuk berkembang meraih kesuksesan, namun kapasitas diriku seperti masih kurang memadai untuk mewujudkan keinginan tersebut.
Pada akhirnya, aku belajar untuk lebih bersyukur.. karena aku dikelilingi dengan fasilitas-fasilitas dan kemudahan untuk belajar, maka dari itu aku harus semangat, dan jangan sampai kelelahan bisa membuatku menjadi malas. Lalu pesan untuk kalian yang bukan anak terakhir alias punya adik, jadilah kakak sekaligus sahabat yang baik dan dekat dengan mereka yaa.. #eaaaa...
Selanjutnya aku harus menjadi pengajar yang lebih hebat lagi kedepannya! Yeah! :D

           

With para pengajar Sanggar Juara :)





Sabtu, 13 Februari 2016

Manado Trip

       Halo, aku muncul lagi ^^ Kali ini aku mau menceritakan pengalaman keren pas liburan semester 3 ini. For the first time, keluarga aku mengunjungi salah satu pulau besar di Indonesia yaitu pulau Sulawesi. Destinasi kita tepatnya yaitu Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado yang merupakan kota ekowisata. Di Manado ada apaan sih? Taman Laut Nasional Bunaken ada disini loh guys!

Rabu, 27 Januari 2016
      Perjalananku di Manado dilakukan selama 4 hari, dimulai hari Rabu, 27 Januari dan berakhir pada Sabtu 30 Januari 2016. Hari Rabu aku dan keluarga berangkat dari rumah jam setengah 7. Di jalan lumayan kena macet karena barengan sama orang berangkat kerja ._. Sampai di Bandara Soekarno Hatta mepet jam 9 kurang, langsung buru-buru check in, ke kamar mandi sebentar, dan langsung naik ke pesawat yang jadwal take offnya jam 09.40. Hahaha. Nah perjalanan ke Manado itu memakan waktu yang cukup panjang, 3 jam guys! Untungnya keluargaku memilih naik Batik Air. Di tempat duduknya ada layar, dan kita bisa nonton, dengerin musik, atau main game untuk mengisi waktu. Hehehe.. Saranku sih coba bawa flashdisk sendiri yang isinya film atau musik yang emang kalian sukai, abis itu ntar bisa disetel di pesawat kok! Terus kita juga dapat makan berat dan makanan ringan. Yah perjalanan 3 jam itu bakal terlalu gak berasa kok, kalau kalian memilih nggak tidur selama perjalanan :D
      Jam 1 kurang atau jam 2 kurang Waktu Indonesia Tengah mulai keliatan tuh pemandangan lautan, gunung, dan pulau-pulau Sulawesi Utara dari atas pesawat. Yang sempet menarik mataku adalah suatu pulau yang terlihat kayak bentuk ikan. Tadinya mau foto tapi karena terlalu terpana jadinya gak sempet foto deh. Pemandangan dari atas subhanallah indah pokoknya. Sebaiknya siapin kamera ya kalau udah mau sampai, hehe, biar bisa ngambil gambar pemandangannya, dan tentunya duduknya juga deket jendela.~
      Manado, we’re here! Jam 2an sampailah kita di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Setelah itu kita langsung menuju ke hotel yang berada di tengah kota, Hotel Arya Duta. Selama di Manado, perjalanan kita naik mobil yang disupiri sama kenalan bapakku sesama TNI yang merupakan orang lokal. Pandangan pertamaku tentang kota Manado, menarik! Kota Manado itu dekat dengan gunung dan lautan. Kalau dariku pribadi, perpaduan antara gunung dan lautan itu membuat hatiku rileks, serasa tenang dan damai. Hehehe.


Hai Manado!!


Pemandangan Kota Manado dari hotel 

     Lalu, di sepanjang pinggir jalanan Kota Manado, dipenuhi dengan pepohonan yang lumayan rindang. Kemacetan juga tak terlalu berarti seperti Depok dan tetangganya, walaupun disana ternyata angkotnya banyak juga. Angkotnya tuh sampai membentuk barisan di jalan, wkwkwk. Nah yang unik dari angkotnya tuh, tempat duduknya menghadap ke depan. Gak ada tuh yang namanya “6-4”. Kalau dibandingin dengan angkot pada umumnya, muatannya lebih sedikit. Kalau menurut penglihatan kakakku, tempat-tempat di Manado jarang ada tukang parkirnya. Hal itu bisa menunjukkan taraf ekonomi orang Manado itu sudah baik secara merata. Nah, di Manado itu, ada banyak sekali ditemukan gereja. Faktanya, menurut Om supir kita (lupa namanya -,-), orang Manado itu toleransi agamanya sangat kuat. J
        Sesampai di hotel, kita istirahat dulu. Nah, sorenya kita keluar mencari makan. Pilihan kita jatuh pada tempat makan di pinggir laut, restoran BIG FISH. Tempatnya itu luas. Pada waktu kita datang kesitu cukup sepi. Mungkin karena bukan weekend. Tapi emang katanya kalau weekend itu restorannya bakal bisa penuh banget sama pengunjung. Nah, disitu kita makan ikan sepuasnya! Hehe. Ikan yang kita makan kita pilih sendiri. Nah apa aja yang kita makan? Ikan woku-woku, ikan bakar, dan sup ikan kuah asam. Sayurnya pakai sayur kangkung. Lalu aku sendiri nyobain es kacang merah susu. Enaaak ^^~ Yah intinya sebelum kesitu, emang wajib untuk mengosongkan perut dulu, supaya bisa menikmati berbagai macam kulinernya. Oiya ngomong-ngomong lautan di Manado itu sungguh sangat tenang. Kamu gak bakal dengar yang namanya desiran ombak. Jadi suasana makan malam di BIG FISH ini menurutku bisa menjadi momen yang romantis untuk para pasangan  #eaaaa.


 Suasana di Restoran Big Fish

Kamis, 28 Januari 2016
       Hari ini dimulai dengan sarapan di hotel jam 7. Kita nyobain bubur Manado, atau nama lainnya Tinutuan. Enak dan sehat. Tinutuan itu terdiri atas campuran berbagai sayuran yang porsinya cukup banyak, pipilan jagung, dan potongan kentang. Mungkin orang yang gak suka sayur sulit untuk makan tinutuan karena harus menyingkirkan sayurannya dulu. Padahal tinutuan tanpa sayuran bukanlah apa-apa! Hahaha. Abis makan bubur, kita makan yang lain.
       Selesai makan jam 8. Cuss berangkaaaat. Kemanakah tujuan kita hari ini? Kita berangkat menuju pelabuhan laut Manado yang masih ada di pusat kota. We’re going to BUNAKEN NATIONAL MARINE PARK, guysss! Yeaaaay. Bunaken – ikonnya Manado ^^. Sebelum menceritakan perjalanannya, perlu diketahui bahwa wisata bunaken itu bukanlah wisata yang murah. Kamu harus menyediakan dana yang cukup besar. Mulai dana untuk transportasi kapal hingga wisata bunakennya itu sendiri. Silahkan dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya bila ingin pergi kesini.
       Kita akan menuju Pulau Bunaken dengan naik kapal. Kalau dihitung-hitung perjalanannya cukup lama, sekitar 45 menit. Peringatan! Bagi yang gampang mabok laut, persiapkanlah diri kalian! Kalau aku sendiri, sekitar 30 menit pertama masih seger-seger aja. Tapi setelah itu, mulai kerasa sedikit mual. Wkwkwkwk. Cara mengatasinya sebenarnya cukup mudah. Diam, jangan banyak gerak, dan tidur (kalau sindrom mabuk lautnya parah) hehe. Tapi emang sayang sih kalau tidur, karena gak bisa menikmati pemandangan lautnya. L Nah perjalanan kita ke Pulau Bunaken itu seruuu. Berkali-kali ganti cuaca dalam waktu yang berdekatan. Hujan-reda-hujan-reda. Hehehehe.


Sebelum naik kapal foto dulu di pelabuhannya :) 


Inilah Jembatan Soekarno


Suasana di pelabuhan

     Sebelum sampai ke Pulau Bunaken, sampailah kita di Taman Laut Nasional Bunakennnya, di tengah laut~~. Wisata sesungguhnya pun dimulai. Kita pindah ke kapal yang ada cermin box yang menghadap ke dalam bawah laut. Mulailah kita bisa lihat berbagai keindahan terumbu karang dan beranekara ragam jenis ikan yang indah-indah. Setelah itu kita pindah lagi ke kapal selam. Nah disitu, kamu bakal ngerasain berada di bawah laut. Bisa meilihat ikan dan terumbu karangnya lebih jelas J Dari diam, tersenyum, termenung, hingga ber-wow.


Di atas kapal, yang lagi berdiri bergaya itu Om supir kita selama di Manado ~


Ini kapal yang ada cermin boxnya :)


Di kapal selam


Pemandangan dari kapal selam

        Setelah dari kapal selam, kita pindah lagi ke kapal awal dan melanjutkan sisa perjalanan menuju Pulau Bunaken. Nah, sampailah kita di pulaunya. Disana kita foto-foto dan istirahat di warung makan, sambil makan pisang goreng dan minum air kelapa. Nah yang uniknya lagi makan pisang gorengnya itu pake sambel guys! Kalau gorengan lainnya wajarlah. Nah ini pisang goreng! Rasakanlah kenikmatannya! :D


Selamat datang! 


Pisang goreng pake sambel 


Pulau Bunaken 

         Setelah cukup istirahat, kita pergi kembali ke pelabuhan. Keluarga aku nggak merasakan diving, karena mengingat waktu dan rencana perjalanan lainnya. Mungkin suatu saat nanti ada kesempatan lain buat datang kesini lagi dan mencoba diving J Sampai di pelabuhan sekitar jam 2an. Nah setelah itu kita keliling-keliling mencari tempat makan rekomendasi dari temannya ibuku yaitu Kafe Billy. Setelah ketemu, kita balik ke hotel isitrahat dulu. Nah baru  malamnya kita kesitu. Entah kenapa temannya ibuku merekomendasikan tempat makan itu. Isinya banyak tongkrongan anak muda -__-  Lalu makanannya? Yah makanan secara umum yang khas Manado, ada nasi goreng sambal roa, nasi goreng cakalang , lalu mie gorengnya, dsb. Disitu aku nyobain mie goreng cakalang. Hmm cukup enak. Hehehe.  Nah, selain tinutuan, ini nih yang khas Manado, ikan roa dan ikan cakalang. Katanya sih ikan cakalang itu ikan tongkol. Yah silahkanlah dicoba J

Jum’at, 29 Januari 2016
          Hari ini tuh bakal jadi perjalanan yang sangat panjang. Dimulai dengan sarapan jam setengah 8 dan berangkat sekitar jam setengah 9. Destinasi kita hari ini dimulai dari Danau Linow, Bukit Kasih, dan Danau Tondano. Danau Linow dan Bukit Kasih ini berada di Kota Tomohon. Di area wisata Danau Linow, bisa dilihat pemandangan danau yang bersih dan indah. Udara disana cukup sejuk. Nah yang menarik disini adalah tiket masuknya udah termasuk dapat 1 minuman teh/kopi.


Danau Linow , Tomohon


Siap untuk menikmati secangkir teh/kopi? :)


         Di Bukit Kasih ini, terdapat tugu 5 agama, dan berdiri 5 tempat ibadah di puncaknya yang dapat menggambarkan ketoleransian masyarakatnya dalam beragama. Disana kita mendaki bukit, yang dikelilingi dengan belerang. Lalu di tengah perjalanan, kita nyobain air pohon aren yang langsung diambil dari pohonnya. Air dari pohon aren ini dikenal untuk pembuatan gula merah. Nah setelah itu turun dari bukit, kita istirahat makan kacang dan jagung sambil merasakan kenikmatan merendam kaki di air belerang yang lumayan panas. Kata mbak-mbak disana sih bisa menghilangkan pegal-pegal. Tapi aku sendiri biasa aja, pegel juga nggak. Wkwkwkwk. Nah ibuku sama kakakku tambah sekalian spa pijit kaki yang ditawarin juga sama mbak disana. Pijitan spanya kata ibuku emang enak dan gak sembarangan, karena kata mbak-mbaknya juga mereka ada pelatihannya dan pelatihnya dari orang korea. WOW. Lucunya lagi ada orang-orang yang dateng kesitu, cuman foto-foto, lalu langsung spa. Padahal mereka belum mendaki. Hahahaha. Oiya tau gak, orang disana katanya kalau ngerebus jagung atau telur langsung diatas air belerangnya loh!


Hai Bukit Kasih ~


Tugu 5 agama

Mungkin bisa dibilang ini Great Wall nya Manado, hehe


Semangat mendaki!! Hiyak!


Pemandangan 5 tempat ibadah yang masih jauh


Pemandangan 5 tempat ibadah yang sudah dekat, pendakian hampir sampai puncak


 From top...


Look at the arrow. Ada Danau Tondano nun jauh disana :")


Itu asap belerang~

         Okelah puas istirahat sekitar setengah jam, kita berangkat jam 2 menuju destinasi terakhir, yaitu Danau Tondano. Perjalanannya memakan waktu sekitar 1 jam. Danau tondano tidak seperti Danau Linow yang memang dikelola khusus sebagai tempat wisata. Kalau Danau Tondano dibiarkan terbuka dikelilingi dengan banyak rumah makan. Pemandangan di Danau Tondano tak kalah indah juga kok J Nah kita makan di  salah satu rumah makannya  yang berdiri di atas danaunya. Menu yang kita makan? Tak jauh dari ikan~~~ . Disini juga nyobain yang namanya perkedel nike. Nike itu juga nama ikan.~ 


Tempat makan di atas danau


Danau Tondano


Danau Tondano again

         Setelah selesai makan, jam setengah 5an kita melanjutkan perjalanan pulang. Kita mampir dulu di mushola kompleks TNI untuk sholat. Sebelum balik ke hotel, kita beli makan malam dulu, yaitu mie titi khas Makassar (permintaan kakakku). Mienya tuh ternyata gak jauh berbeda dengan ifu mie ._. Nah sampailah di hotel. Malam ini malam terakhir disini nih.

Sabtu, 30 Januari 2016
         It’s our last day trip. Dimulai sama makan sedikit di hotel jam 8. Aku harus bilang kalau aku mencintai croissant dan roti sejenisnya. 4 hari ini aku tak lepas dari makan itu. Hari ini harus siap merelakannya (sedih :”). Nah kita ada sarapan lanjutan nih hari ini di salah satu warung makan di Jalan Wakeke demi merasakan mie kuah cakalang! Tak jauh berbeda dengan tinutuan, isinya selain mie dan cakalang, ada banyak campuran sayurnya. Mie yang sehat wkwkwk.
         Nah, perjalanan wisata terakhir ini adalah ke Taman Marga Satwa Tandurusa yang ada di Kota Bitung. Hmm, taman marga satwanya ini  areanya tak terlalu besar karena dikelola secara pribadi. Disini kamu bisa melihat berbagai binatang. Yang menjadi daya tariknya tempat ini karena berada di pinggir laut. Melihat binatang ditemani dengan pemandangan laut. Amazing!


At Taman Marga Satwa Tandurusa, Bitung


Hai, kenalkan aku tarsius yang kecil dan imut. Aku berasal dari Pulau Siau, Sulawesi. Kata orang ekorku seperti ekor tikus, badanku seperti monyet, dan mataku seperti burung hantu. Sekarang keluargaku tak banyak, aku terancam punah :(


Tupai terbang : "karena tidur bertumpuk-tumpuk itu menyenangkan"


Kuskus : "Apa kamu lihat-lihat? :P "


Just turn around, then you can see the beautiful sea


Blue

     Setelah selesai dari sana, mampir sholat di salah satu masjid yang cukup besar di  Bitung (akhirnya ada juga Masjid besar, karena beberapa hari ini seringnya ngeliat gereja aja yang besar).  Lalu setelah sholat, kita kembali ke Manado, mampir ke toko oleh-oleh J Saat itu masih jam 4an. Sedangkan jadwal pesawat pulang masih malam. Akhirnya kita nongkrong mengisi waktu di salah satu warung bakso di pinggir laut area Megamas. Apa yang kupelajari disini yaitu terkait reklamasi pantai yang menghasilkan jajaran gedung pusat perbelanjaan yang besar dan luas, seperti Manado Town Square, Manado Trade Center, Mega Mall, dan lainnya. Bayangkan dulunya semua mall- mall itu sebenarnya perairan loh bukan daratan! J



Mengisi waktu..


Bangunan sebesar itu berjejer loh di pinggir laut ini

         Jam 6 kurang kita pergi ke Bandara. Sampai di bandara sempet sholat. Naik ke atas pesawat jam setengah 8an dan sampai di Jakarta jam 10 malam WIB. Finally, bye bye Manado. Yap inilah cerita perjalanan liburanku bersama keluarga. Akhir kata, sebelum pergi ke luar negeri, cobalah jelajahi dulu seluruh wilayah Indonesia. Kenali Indonesia lebih dalam. Mudah-mudahan nantinya aku  dan kalian semua dapat kesempatan bisa keliling Indonesia yaa. Semangaaaaat!  ^_^