Halo, aku muncul lagi ^^ Kali ini aku
mau menceritakan pengalaman keren pas liburan semester 3 ini. For the first
time, keluarga aku mengunjungi salah satu pulau besar di Indonesia yaitu pulau
Sulawesi. Destinasi kita tepatnya yaitu Manado, ibukota Provinsi Sulawesi
Utara. Kota Manado yang merupakan kota ekowisata. Di Manado ada apaan sih?
Taman Laut Nasional Bunaken ada disini loh guys!
Rabu, 27 Januari 2016
Perjalananku di Manado
dilakukan selama 4 hari, dimulai hari Rabu, 27 Januari dan berakhir pada Sabtu
30 Januari 2016. Hari Rabu aku dan keluarga berangkat dari rumah jam setengah
7. Di jalan lumayan kena macet karena barengan sama orang berangkat kerja ._. Sampai
di Bandara Soekarno Hatta mepet jam 9 kurang, langsung buru-buru check in, ke kamar mandi sebentar, dan
langsung naik ke pesawat yang jadwal take
offnya jam 09.40. Hahaha. Nah perjalanan ke Manado itu memakan waktu yang
cukup panjang, 3 jam guys! Untungnya keluargaku memilih naik Batik Air. Di
tempat duduknya ada layar, dan kita bisa nonton, dengerin musik, atau main game
untuk mengisi waktu. Hehehe.. Saranku sih coba bawa flashdisk sendiri yang
isinya film atau musik yang emang kalian sukai, abis itu ntar bisa disetel di
pesawat kok! Terus kita juga dapat makan berat dan makanan ringan. Yah
perjalanan 3 jam itu bakal terlalu gak berasa kok, kalau kalian memilih nggak
tidur selama perjalanan :D
Jam 1 kurang atau jam 2
kurang Waktu Indonesia Tengah mulai keliatan tuh pemandangan lautan, gunung, dan
pulau-pulau Sulawesi Utara dari atas pesawat. Yang sempet menarik mataku adalah
suatu pulau yang terlihat kayak bentuk ikan. Tadinya mau foto tapi karena
terlalu terpana jadinya gak sempet foto deh. Pemandangan dari atas subhanallah
indah pokoknya. Sebaiknya siapin kamera ya kalau udah mau sampai, hehe, biar bisa
ngambil gambar pemandangannya, dan tentunya duduknya juga deket jendela.~
Manado, we’re here! Jam
2an sampailah kita di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Setelah
itu kita langsung menuju ke hotel yang berada di tengah kota, Hotel Arya Duta.
Selama di Manado, perjalanan kita naik mobil yang disupiri sama kenalan bapakku sesama
TNI yang merupakan orang lokal. Pandangan pertamaku tentang kota Manado,
menarik! Kota Manado itu dekat dengan gunung dan lautan. Kalau dariku pribadi,
perpaduan antara gunung dan lautan itu membuat hatiku rileks, serasa tenang dan
damai. Hehehe.
Hai Manado!!
Pemandangan Kota Manado dari hotel
Lalu, di sepanjang pinggir
jalanan Kota Manado, dipenuhi dengan pepohonan yang lumayan rindang. Kemacetan
juga tak terlalu berarti seperti Depok dan tetangganya, walaupun disana
ternyata angkotnya banyak juga. Angkotnya tuh sampai membentuk barisan di
jalan, wkwkwk. Nah yang unik dari angkotnya tuh, tempat duduknya menghadap ke
depan. Gak ada tuh yang namanya “6-4”. Kalau dibandingin dengan angkot pada
umumnya, muatannya lebih sedikit. Kalau menurut penglihatan kakakku,
tempat-tempat di Manado jarang ada tukang parkirnya. Hal itu bisa menunjukkan
taraf ekonomi orang Manado itu sudah baik secara merata. Nah, di Manado itu,
ada banyak sekali ditemukan gereja. Faktanya, menurut Om supir kita (lupa
namanya -,-), orang Manado itu toleransi agamanya sangat kuat. J
Sesampai di hotel, kita
istirahat dulu. Nah, sorenya kita keluar mencari makan. Pilihan kita jatuh pada
tempat makan di pinggir laut, restoran BIG FISH. Tempatnya itu luas. Pada waktu
kita datang kesitu cukup sepi. Mungkin karena bukan weekend. Tapi emang katanya
kalau weekend itu restorannya bakal bisa penuh banget sama pengunjung. Nah,
disitu kita makan ikan sepuasnya! Hehe. Ikan yang kita makan kita pilih
sendiri. Nah apa aja yang kita makan? Ikan woku-woku, ikan bakar, dan sup ikan
kuah asam. Sayurnya pakai sayur kangkung. Lalu aku sendiri nyobain es kacang
merah susu. Enaaak ^^~ Yah intinya sebelum kesitu, emang wajib untuk
mengosongkan perut dulu, supaya bisa menikmati berbagai macam kulinernya. Oiya
ngomong-ngomong lautan di Manado itu sungguh sangat tenang. Kamu gak bakal
dengar yang namanya desiran ombak. Jadi suasana makan malam di BIG FISH ini menurutku
bisa menjadi momen yang romantis untuk para pasangan #eaaaa.
Suasana di Restoran Big Fish
Kamis, 28 Januari 2016
Hari ini dimulai dengan
sarapan di hotel jam 7. Kita nyobain bubur Manado, atau nama lainnya Tinutuan. Enak dan sehat. Tinutuan itu
terdiri atas campuran berbagai sayuran yang porsinya cukup banyak, pipilan
jagung, dan potongan kentang. Mungkin orang yang gak suka sayur sulit untuk
makan tinutuan karena harus menyingkirkan sayurannya dulu. Padahal tinutuan
tanpa sayuran bukanlah apa-apa! Hahaha. Abis makan bubur, kita makan yang lain.
Selesai makan jam 8.
Cuss berangkaaaat. Kemanakah tujuan kita hari ini? Kita berangkat menuju
pelabuhan laut Manado yang masih ada di pusat kota. We’re going to BUNAKEN NATIONAL MARINE PARK, guysss! Yeaaaay.
Bunaken – ikonnya Manado ^^. Sebelum menceritakan perjalanannya, perlu diketahui
bahwa wisata bunaken itu bukanlah wisata yang murah. Kamu harus menyediakan
dana yang cukup besar. Mulai dana untuk transportasi kapal hingga wisata
bunakennya itu sendiri. Silahkan dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya bila
ingin pergi kesini.
Kita akan menuju Pulau
Bunaken dengan naik kapal. Kalau dihitung-hitung perjalanannya cukup lama,
sekitar 45 menit. Peringatan! Bagi yang gampang mabok laut, persiapkanlah diri
kalian! Kalau aku sendiri, sekitar 30 menit pertama masih seger-seger aja. Tapi
setelah itu, mulai kerasa sedikit mual. Wkwkwkwk. Cara mengatasinya sebenarnya
cukup mudah. Diam, jangan banyak gerak, dan tidur (kalau sindrom mabuk lautnya
parah) hehe. Tapi emang sayang sih kalau tidur, karena gak bisa menikmati
pemandangan lautnya. L Nah perjalanan kita ke Pulau Bunaken itu seruuu.
Berkali-kali ganti cuaca dalam waktu yang berdekatan. Hujan-reda-hujan-reda.
Hehehehe.
Sebelum naik kapal foto dulu di pelabuhannya :)
Inilah Jembatan Soekarno
Suasana di pelabuhan
Sebelum sampai ke Pulau
Bunaken, sampailah kita di Taman Laut Nasional Bunakennnya, di tengah laut~~.
Wisata sesungguhnya pun dimulai. Kita pindah ke kapal yang ada cermin box yang
menghadap ke dalam bawah laut. Mulailah kita bisa lihat berbagai keindahan
terumbu karang dan beranekara ragam jenis ikan yang indah-indah. Setelah itu
kita pindah lagi ke kapal selam. Nah disitu, kamu bakal ngerasain berada di bawah
laut. Bisa meilihat ikan dan terumbu karangnya lebih jelas J Dari diam, tersenyum, termenung, hingga
ber-wow.
Di atas kapal, yang lagi berdiri bergaya itu Om supir kita selama di Manado ~
Ini kapal yang ada cermin boxnya :)
Di kapal selam
Pemandangan dari kapal selam
Setelah dari kapal
selam, kita pindah lagi ke kapal awal dan melanjutkan sisa perjalanan menuju
Pulau Bunaken. Nah, sampailah kita di pulaunya. Disana kita foto-foto dan
istirahat di warung makan, sambil makan pisang goreng dan minum air kelapa. Nah
yang uniknya lagi makan pisang gorengnya itu pake sambel guys! Kalau gorengan
lainnya wajarlah. Nah ini pisang goreng! Rasakanlah kenikmatannya! :D
Selamat datang!
Pisang goreng pake sambel
Pulau Bunaken
Setelah cukup istirahat,
kita pergi kembali ke pelabuhan. Keluarga aku nggak merasakan diving, karena mengingat waktu dan
rencana perjalanan lainnya. Mungkin suatu saat nanti ada kesempatan lain buat
datang kesini lagi dan mencoba diving J Sampai di pelabuhan sekitar jam 2an.
Nah setelah itu kita keliling-keliling mencari tempat makan rekomendasi dari
temannya ibuku yaitu Kafe Billy. Setelah ketemu, kita balik ke hotel isitrahat
dulu. Nah baru malamnya kita kesitu.
Entah kenapa temannya ibuku merekomendasikan tempat makan itu. Isinya banyak
tongkrongan anak muda -__- Lalu makanannya?
Yah makanan secara umum yang khas Manado, ada nasi goreng sambal roa, nasi
goreng cakalang , lalu mie gorengnya, dsb. Disitu aku nyobain mie goreng
cakalang. Hmm cukup enak. Hehehe. Nah,
selain tinutuan, ini nih yang khas Manado, ikan
roa dan ikan cakalang. Katanya
sih ikan cakalang itu ikan tongkol. Yah silahkanlah dicoba J
Jum’at, 29 Januari 2016
Hari ini tuh bakal jadi perjalanan yang sangat panjang. Dimulai dengan sarapan jam setengah 8 dan berangkat sekitar jam setengah 9. Destinasi kita hari ini dimulai dari Danau Linow, Bukit Kasih, dan Danau Tondano. Danau Linow dan Bukit Kasih ini berada di Kota Tomohon. Di area wisata Danau Linow, bisa dilihat pemandangan danau yang bersih dan indah. Udara disana cukup sejuk. Nah yang menarik disini adalah tiket masuknya udah termasuk dapat 1 minuman teh/kopi.
Danau Linow , Tomohon
Siap untuk menikmati secangkir teh/kopi? :)

Di Bukit Kasih ini, terdapat tugu 5 agama, dan berdiri 5 tempat ibadah di puncaknya yang dapat menggambarkan ketoleransian masyarakatnya dalam beragama. Disana kita mendaki bukit, yang dikelilingi dengan belerang. Lalu di tengah perjalanan, kita nyobain air pohon aren yang langsung diambil dari pohonnya. Air dari pohon aren ini dikenal untuk pembuatan gula merah. Nah setelah itu turun dari bukit, kita istirahat makan kacang dan jagung sambil merasakan kenikmatan merendam kaki di air belerang yang lumayan panas. Kata mbak-mbak disana sih bisa menghilangkan pegal-pegal. Tapi aku sendiri biasa aja, pegel juga nggak. Wkwkwkwk. Nah ibuku sama kakakku tambah sekalian spa pijit kaki yang ditawarin juga sama mbak disana. Pijitan spanya kata ibuku emang enak dan gak sembarangan, karena kata mbak-mbaknya juga mereka ada pelatihannya dan pelatihnya dari orang korea. WOW. Lucunya lagi ada orang-orang yang dateng kesitu, cuman foto-foto, lalu langsung spa. Padahal mereka belum mendaki. Hahahaha. Oiya tau gak, orang disana katanya kalau ngerebus jagung atau telur langsung diatas air belerangnya loh!

Hai Bukit Kasih ~
Tugu 5 agama
Mungkin bisa dibilang ini Great Wall nya Manado, hehe
Semangat mendaki!! Hiyak!
Pemandangan 5 tempat ibadah yang masih jauh
Pemandangan 5 tempat ibadah yang sudah dekat, pendakian hampir sampai puncak
From top...
Look at the arrow. Ada Danau Tondano nun jauh disana :")
Itu asap belerang~
Okelah puas istirahat
sekitar setengah jam, kita berangkat jam 2 menuju destinasi terakhir, yaitu
Danau Tondano. Perjalanannya memakan waktu sekitar 1 jam. Danau tondano tidak
seperti Danau Linow yang memang dikelola khusus sebagai tempat wisata. Kalau
Danau Tondano dibiarkan terbuka dikelilingi dengan banyak rumah makan.
Pemandangan di Danau Tondano tak kalah indah juga kok J Nah kita makan di salah satu rumah makannya yang berdiri di atas danaunya. Menu yang kita
makan? Tak jauh dari ikan~~~ . Disini juga nyobain yang namanya perkedel nike. Nike itu juga nama ikan.~
Tempat makan di atas danau
Danau Tondano
Danau Tondano again
Setelah selesai makan, jam setengah 5an kita melanjutkan perjalanan pulang. Kita mampir dulu di mushola kompleks TNI untuk sholat. Sebelum balik ke hotel, kita beli makan malam dulu, yaitu mie titi khas Makassar (permintaan kakakku). Mienya tuh ternyata gak jauh berbeda dengan ifu mie ._. Nah sampailah di hotel. Malam ini malam terakhir disini nih.
Sabtu, 30 Januari 2016
It’s our last day trip. Dimulai sama makan sedikit di hotel jam 8.
Aku harus bilang kalau aku mencintai croissant dan roti sejenisnya. 4 hari ini
aku tak lepas dari makan itu. Hari ini harus siap merelakannya (sedih :”). Nah
kita ada sarapan lanjutan nih hari ini di salah satu warung makan di Jalan
Wakeke demi merasakan mie kuah cakalang!
Tak jauh berbeda dengan tinutuan, isinya selain mie dan cakalang, ada banyak
campuran sayurnya. Mie yang sehat wkwkwk.
Nah, perjalanan wisata
terakhir ini adalah ke Taman Marga Satwa Tandurusa yang ada di Kota Bitung. Hmm,
taman marga satwanya ini areanya tak
terlalu besar karena dikelola secara pribadi. Disini kamu bisa melihat berbagai
binatang. Yang menjadi daya tariknya tempat ini karena berada di pinggir laut.
Melihat binatang ditemani dengan pemandangan laut. Amazing!
At Taman Marga Satwa Tandurusa, Bitung
Hai, kenalkan aku tarsius yang kecil dan imut. Aku berasal dari Pulau Siau, Sulawesi. Kata orang ekorku seperti ekor tikus, badanku seperti monyet, dan mataku seperti burung hantu. Sekarang keluargaku tak banyak, aku terancam punah :(
Tupai terbang : "karena tidur bertumpuk-tumpuk itu menyenangkan"
Kuskus : "Apa kamu lihat-lihat? :P "
Just turn around, then you can see the beautiful sea
Blue
Setelah selesai dari
sana, mampir sholat di salah satu masjid yang cukup besar di Bitung (akhirnya ada juga Masjid besar, karena
beberapa hari ini seringnya ngeliat gereja aja yang besar). Lalu setelah sholat, kita kembali ke Manado,
mampir ke toko oleh-oleh J Saat itu masih jam 4an. Sedangkan jadwal pesawat pulang
masih malam. Akhirnya kita nongkrong mengisi waktu di salah satu warung bakso
di pinggir laut area Megamas. Apa yang kupelajari disini yaitu terkait
reklamasi pantai yang menghasilkan jajaran gedung pusat perbelanjaan yang besar
dan luas, seperti Manado Town Square, Manado Trade Center, Mega Mall, dan
lainnya. Bayangkan dulunya semua mall- mall itu sebenarnya perairan loh bukan
daratan! J
Mengisi waktu..
Bangunan sebesar itu berjejer loh di pinggir laut ini
Jam 6 kurang kita pergi
ke Bandara. Sampai di bandara sempet sholat. Naik ke atas pesawat jam setengah
8an dan sampai di Jakarta jam 10 malam WIB. Finally,
bye bye Manado. Yap inilah cerita perjalanan liburanku bersama keluarga.
Akhir kata, sebelum pergi ke luar negeri, cobalah jelajahi dulu seluruh wilayah
Indonesia. Kenali Indonesia lebih dalam. Mudah-mudahan nantinya aku dan kalian semua dapat kesempatan bisa
keliling Indonesia yaa. Semangaaaaat! ^_^