Selasa, 22 Juli 2014

IPB # 1

Aku anak Depok.. lahir di Depok, tinggal dan sekolah di Depok (walaupun saat masih kecil beberapa kali pindah ke luar Depok). Saat kelas 12 adalah saat-saat tergalau. Galau untuk memilih jurusan kuliah dan PTN yang akan dituju. Untuk tujuan PTN, sebagian besar anak-anak Depok sepertinya punya mimpi yang sama, yaitu kuliah di sebuah PTN terkenal di seantero Indonesia, apalagi kalau bukan UI alias Universitas Indonesia yang letaknya di perbatasan Depok-Jakarta.
 
Awal kelas 12 yang kujalani penuh liku-liku. Butuh waktu lama untukku merenungi apa minat dan bakatku dan juga menyelaraskan dengan segala kondisi yang ada untuk menentukan jurusan apa yang nantinya akan kupilih saat kuliah. Saat itu hatiku masih terpaut dengan UI. Yang kuingat saat itu aku sempat tertarik dengan jurusan Teknik Industri dan Psikologi. Alasan memilih Teknik Industri karena yang aku tau nanti disitu aku akan belajar perpaduan antara teknik dan manajemen, dan menurutku itu pasti seru banget. Lalu alasan kenapa aku memilih Psikologi adalah karena aku suka mengamati orang dan pengen mempelajari tentang karakter tiap-tiap orang tersebut. Kemudian entah kenapa mulai terjadi konflik dalam diriku. Sejak mengikuti BKUI (Bedah Kampus UI), bukannya malah tertarik sama jurusan yang kuingini, yang ada malah ketertarikan itu justru menghilang. Aku lupa kenapa bisa begitu -__-. Namun yang pasti banyak sekali pertimbangan saat itu. 

Akhirnya seiring waktu berjalan, malah mulai suka dengan sebuah jurusan, yaitu jurusan Gizi, yang tentunya juga didasari banyak pertimbangan. Nah, saat mulai tumbuh ketertarikan sama jurusan ini, saat itu juga aku seperti menolak kalau aku memang suka dengan jurusan ini. Setelah lama kurasakan, akhirnya aku menyadari mengapa ada tolakan dalam diriku. Saat itu, aku merasa nggak enak dengan salah seorang sahabatku, yang dia juga ternyata pengen milih jurusan itu dari waktu yang lebih dahulu dibandingkan diriku. Aku hanya gak enak saja, tiba-tiba muncul, menyaingi sahabat sendiri untuk masuk jurusan itu di jalur SNMPTN (jalur undangan atau jalur tanpa tes). Lalu, entah kenapa, tiba-tiba ketertarikan terhadap jurusan Psikologi pun muncul lagi -.- .

Tibalah hari itu dimana ada acara pengenalan kampus di sekolahku. Saat itu fokusku ada di jurusan Psikologi. Aku pun menyimak presentasi kakak kelas yang dari jurusan Psikologi untuk IPA. Kemudian, giliran presentasi dari kakak-kakak yang kuliah di IPB. Karena aku memang dalam kondisi tidak stabil (tetep masih galau jurusan), tiba-tiba muncul ketertarikan untuk mencari tahu tentang IPB. Jeng-jeng..... Pokoknya aku terpikat dengan kalimat ini : “Negara Indonesia adalah negara agraris, sebagian besar adalah wilayah pertanian. Indonesia bisa menjadi negara yang makmur dan maju dengan pertaniannya, tapi sayangnya Indonesia belum bisa menjadi seperti itu karena Indonesia masih kekurangan SDM yang ahli di bidang pertanian ini, lalu kalau bukan kita, siapa lagi?” #jleeeb! Mulai deh itu pencarian seputar IPB.

IPB. Terletak di Bogor. Memiliki banyak fakultas dengan akreditasinya yang baik. Mahasiswa IPB akan mengalami masa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) dan wajib menempati asrama TPB selama setahun. Yaa, ASRAMA! Itu yang mencuri perhatianku. Waktunya sangat pas saat aku memang berpikir untuk mencoba hidup mandiri dengan kuliah di luar Depok namun tidak terlalu jauh dari Depok. Hehe.. Pada akhirnya dengan banyaaaaaaak banget pertimbangan ini itu sana sini, pilihanku tetap jatuh pada jurusan Gizi, bukan Gizi UI, namun Gizi IPB. Pilihanku itu pun FIX. Sahabatku pun sama seperti aku, mengganti pilihannya seperti aku. Pada saat itu kita pun ngomongin masalah ini berdua, pokoknya kita akan siap menerima kenyataan  siapapun yang nantinya akan diterima di jurusan ini melalui jalur undangan.

 Kemudian ada yang unik aja dalam diriku saat itu. Aku bukannya sangat mengidam-idamkan jurusan yang akan aku masuki, tapi aku justru seperti sedang jatuh hati dengan IPB nya. Pokoknya aku sampai kepikiran untuk masuk jurusan apapun di IPB, yang penting masuk IPB deh. Banyak pikiran positif saat memikirkan IPB. Tempatnya adem (nggak juga sih sebenarnya -,-), bebas polusi, tenang, dan tentunya kehidupan akan seru dengan tinggal di Asrama selama setahun, bertemu teman-teman dari seluruh penjuru di Indonesia. Beda saat memikirkan UI. Aku mikirnya, tiap hari pasti kena macet, dan polusi ala Depok. Belum lagi aku termasuk orang yang gampang sakit. Kalau badan udah capek, ditambah kena polusi udara, jadi gampang kena flu. :( Kemudian yang paling kupikirkan adalah kalau aku masuk UI, kesempatanku untuk belajar mandiri pun sedikit.

Pada akhirnyaaaa, tak kusangka aku pun diterima di Ilmu Gizi IPB (Alhamdulillaaah :) ). Tapi sahabatku tidak. Tapi aku yakin dia pasti bisa masuk lewat jalur SBMPTN (jalur tulis). Dan Alhamdulillaah kita memang seperti sudah ditakdirkan berdua (cieeeee :DD), dia pun lolos melalui SBMPTN. ^_____^ Horeeeee. Sahabatku ini bernama Mares. Kita juga dulunya seperjuangan di Rohis Smansa. 2 tahun bersama di divisi yang sama. Tahun pertama sama-sama menjadi anggota. Tahun kedua aku menjadi ‘anak’nya dia. Hehehehe.

Lalu, ngomongin tentang asrama, banyak banget cerita tentang asrama ini walaupun baru kurang lebih 2 minggu disini. Awal Ramadhan tahun ini dijalani di asrama, bersama teman-teman baru :D. 

Ceritaku di asrama, mulai dari saat pertama kali menginjakkan kaki di asrama, rasanya tu bahagia banget tanpa kepikiran homesick sama sekali, hingga sampailah pada hari yang merupakan hari pertama kuliah, dimana saat itu homesick pun mulai sangat terasa. Aku akan mengingat saat dimana tiap pagi tiba-tiba aku suka nangis sendiri (ini beneran loh) bahkan sering tiba-tiba nangis kalau ada yang lagi cerita tentang orangtua, terutama ibu. :””” . Mulai terasa berat, nyari makan sendiri, nyuci sendiri, dan merasa gak kuat saat melihat teman-teman kelimpungan dengan tugas kuliahnya. Ya, inilah proses adaptasi. Pada akhirnya, makin lama, makin terbiasa dengan semua itu. Alhamdulillah, segala homesick itu pun semakin hari kian meredup seiring dengan adanya segala kegiatan yang kita lakukan baik di dalam asrama maupun di luar asrama yang dipenuhi dengan keceriaan dan canda tawa (cailaaah). 

Lalu, gimana sih pengalaman Ramadhan di asrama?  :)

Mulai dari sahur. Di asrama, ada jadwal per lorong yang nantinya bakal bertugas untuk membangunkan sahur. Aku akan mengingat saat dimana sekitar jam 2an dini hari tiba-tiba ada kehebohan mendadak, seperti ada yang lagi demo di lorong asrama. Pokoknya heboh bangeeet, ada suara kecrekan botol, suara gedor-gedor pintu, dan suara teriakan "SAHUR...SAHUUR!!". Yaaaa, emang sih mata langsung melek, tapi habis itu merem lagi, soalnya masih pagi banget, wkwk XD.


Lanjut, saat waktu berbuka. Aku akan mengingat saat dimana aku dan teman-teman di-php-in. Ada 2 kali acara buka bersama 1 angkatan. Tempat acaranya pun lumayan agak jauhlah dari asrama. Awalnya kita kira, kita bener-bener akan buka bersama, makan bersama 1 angkatan di satu tempat. Tapi kenyataannya acara buka bersamanya tidak sampai ‘buka bersama’, pada akhirnya kita membawa pulang makanan yang udah kita dapatkan dan tetap buka puasa sendiri di asrama masing-masing. Sesuatu banget deh yak. -___-

 Lalu, saat sholat tarawih bersama, kejadian yang tak akan kulupakan, diri ini pasrah saat melihat seekor makhluk kecil berekor panjang nan cantik dengan santainya melenggok-lenggok bak model melewati sajadah-sajadah kita -________- . Ngomongin tentang makhluk kecil bernama kucing itu, entah kenapa di asrama tu kucing ada banyak dan ada dimana-mana. Bahkan di sekitar kamarku yang ada di lantai 2 dan paling pojok, kucing pun tetap mudah ditemui. Wkwkwk...  Kemudian malamnya setelah taraweh, ada saja kegiatannya, entah itu solong (soga lorong), sodung (soga gedung), ataupun ngadung (ngaji gedung). 

Jadi, pendapatku sebagai mahasiswa baru dan juga sebagai insan asrama baru, pokoknya asrama itu seru deeeeh, dan Insya Allah tetep dan makin seru kedepannya ^_^. Terlepas dari krisis sinyal dan (katanya) krisis air di asrama, rasanya diri ini tetap bahagia bawaannya kalau melihat teman-teman yang gila-gila di asrama, hahaha XD.

Kira-kira 2 minggu telah berlalu, UTS pun sudah kita lalui, dan sekarang saatnya liburan. Mayoritas orang-orang balik ke kampung halamannya masing-masing, termasuk aku sendiri. Pulang ke Depok, haha... Apa yang kurasakan? Senang? Ya tentuu.. Tapi ada yang lebih dari itu. Kalau aku pribadi, aku malah merasakan Dormitory-sick lhoo, haha.. Bahkan Dormitory-sick ini mengalahkan rasa homesick-ku :””””

Ya, aku kangen kehidupan di asrama. Dulu aku bilang “Pengen cepet-cepet tinggal di asrama nih, tapi nggak pengen cepet-cepet matrikulasi.” Sekarang aku mau bilang “Pengen deh cepet-cepet BALIK ke asrama, walaupun harus menghadapi matrikulasi season 2” Kyaaaaaaaaa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar